Senin, 08 Oktober 2012

Toyota Vios 2nd Generation 2007

Merk: Toyota
Model: Vios 2nd gen (NCP93)
Transmisi: 5 M/T or 4 A/T
Tahun Pembuatan: 2007
Harga Baru (pada saat punya/tes): 180jt (type G M/T)
Harga Second (pada saat penulisan ulasan): 165jt (type G M/T)

Spesifikasi Kendaraan:
1500cc 1NZ-FE VVTi 109 bhp FWD, PW, PS, ABS, EBD, BA

Ulasan:
Toyota Vios generasi kedua ini sebelumnya diluncurkan di jepang dengan nama Toyota Belta dan di Amerika serta Eropa dengan nama Toyota Yaris Sedan. Penamaan ini karena memang sejatinya Vios generasi kedua ini adalah Toyota Yaris dengan styling sedan, dibangun diatas platform yang sama serta menggunakan mesin yang sama. Nama 'Vios' digunakan di Asia Tenggara, untuk melanjutkan kesuksesan Vios generasi pertama yang cukup populer di negara-negara Asia Tenggara. Dengan gimmick 'Fuelsaver and Speedmaker', Vios berusaha menempatkan diri sebagai compact sedan yang irit sekaligus kencang, dibarengi dengan keunggulan produk Toyota umumnya yaitu fitur berlimpah serta aftersales service terdepan.

Fitur-fitur yang diusungnya boleh dibilang merupakan yang terlengkap diantara rival-rivalnya. Dimulai dari keamanan yang didukung oleh dual SRS Airbags, ABS, EBD, BA, didukung pula oleh third brake light serta rear fog lights atau foglamp belakang yang jarang ada di kelasnya. Untuk penerangan yang lebih baik, mobil ini dilengkapi dengan HID Xenon headlights yang dilengkapi dengan fitur auto-leveling yang secara otomatis menurunkan cahaya ketika berpapasan dengan mobil lain agar tidak menyilaukan. Untuk efisiensi, throttle dilengkapi dengan ETCS-i atau yang lebih umum dikenal dengan nama throttle-by-wire, yang membuat konsumsi BBM lebih baik karena bukaan throttle lebih terkontrol, namun oleh sebagian orang dirasa menghambat performa karena respons pedal gas tidak instan. Fitur-fitur lain yang mendukung kenyamanannya diantaranya adalah MID dengan on-board computer untuk memonitor konsumsi BBM serta kecepatan rata-rata, panel instrumen optitron dengan desain yang menarik, tombol audio di setir, serta electric retractable side mirrors. Sistem audio standarnya cukup memadai dengan 6 speaker, head unit integrated single-disc dengan support MP3 serta WMA dan dilengkapi ASL (Auto Sound Leveling) yang secara otomatis mengeraskan volume ketika kecepatan mobil bertambah tinggi. Untuk edisi khusus TRD Sportivo yang baru saja diluncurkan setelah facelift, head unit diganti dengan audio/video system yang dilengkapi monitor touchscreen dan GPS ready (harus menambah modul/antena GPS).

Performa dari mobil ini dapat dibilang amat baik untuk kelas 1500cc. Mobil ini terasa kuat di putaran bawah, sehingga cocok untuk digunakan di dalam kota. Sayangnya performanya terasa datar di putaran atas. Namun keunggulan utamanya adalah dengan performa yang cukup baik, konsumsi BBMnya tidak terkompromi karena dapat mencapai angka yang sangat efisien bahkan untuk pemakaian dalam kota. Apabila anda dapat memanfaatkan torsinya secara efisien, maka konsumsi BBM 1:13-14 untuk dalam kota tidak sulit dicapai.

Keunggulan lain dari mobil ini adalah bantingan suspensi yang lembut sehingga memberikan kenyamanan untuk pengemudi maupun penumpang. Sayangnya hal ini cukup menyebabkan pengendalian menjadi kurang baik. Gejala limbung cukup terasa ketika melakukan manuver-manuver dengan mobil ini. Sebagai perbandingan, di sebuah tikungan hairpin lebar yang dilibas dengan kecepatan 60 km/h, sebuah Suzuki SX4 X-Over terasa jauh lebih stabil daripada mobil ini.


Positif:
- Performa yang baik terutama pada putaran bawah
- Efisiensi
- Kenyamanan (suspensi lembut)
- Fitur berlimpah
- Kabin cukup lega dan legroom belakang tergolong baik di kelasnya
- Aftersales service

Negatif:
- Handling
- Kualitas material interior dan perakitannya
- Peredaman kurang baik


Ringkasan:

Overall, Toyota Vios termasuk cukup powerful, efisien, dan nyaman di kelasnya terutama untuk penggunaan di dalam kota, namun masih tetap memiliki beberapa kelemahan.


Pendapat pribadi (subjective):

Desain exterior dan interior bersifat subjektif, karena itu saya tidak memasukkannya di ulasan diatas. Tetapi dari segi eksterior, saya merasa Vios adalah 'hatchback berbuntut' yang bentuknya paling OK, dibandingkan rivalnya saat itu yaitu City (yang merupakan Jazz GD3 berbuntut), Neo Baleno (SX4 berbuntut), maupun yang terbaru yaitu Mazda2 berbuntut, saya merasa bentuk Vios adalah yang paling proporsional. Tetapi sekali lagi ini bersifat subjektif. Panel instrumen di tengah memang terasa aneh pada awalnya, tapi lama-lama terbiasa juga.

Dari pengalaman pribadi, performa di putaran bawah sangat baik sehingga sangat mudah untuk menerobos lalu lintas dalam kota, apalagi dimensinya cukup compact sehingga cukup lincah untuk bermanuver dalam kota. Untuk dipakai di luar kota, sebenarnya tenaganya pun cukup memadai, hanya mungkin tidak sespektakuler rival-rivalnya yang memang karakternya high-RPM, apalagi handlingnya juga kurang baik karena agak limbung di tikungan. Tetapi untuk dipakai cruising mobil ini nyaman dan untuk menyalip juga bukan masalah. Mungkin kelemahan di performa putaran atasnya baru terlihat ketika benar-benar diadu.

Yang saya paling tidak suka adalah kualitas interior dan perakitannya. Saat ini, interiornya sudah berbunyi dimana-mana. Bengkel resmi pun sudah menyerah untuk memperbaiki bunyi-bunyi tersebut. Kadang-kadang serasa naik gerobak sampah. Selain itu, aftersales service walaupun dibilang yang terdepan, tetapi saya sendiri tidak terlalu merasa begitu. Sparepart kebanyakan harus menunggu dari Jakarta (lokasi saya di Surabaya), dan biasanya menunggu itu memakan waktu 1-2 minggu. Ketika saya komplain ke service advisornya, dia bilang itu karena populasi mobil ini tidak sebanyak Avanza dan Innova, karena itu sparepartnya jarang ada stok . Selain itu saya juga merasa layanan kurang terstandarisasi. Tidak semua Auto2000 memiliki SA yang tanggap, pengalaman pribadi saya ada salah satu SA di salah satu cabang Auto2000 yang sangat tidak tanggap dan terkesan meremehkan keluhan-keluhan saya.

Masalah yang saya rasa cukup aneh adalah mesin ngelitik. Sejak membeli mobil ini dari baru, tidak pernah setetespun saya memasukkan premium ke tangki bensinnya. Selalu diisi Pertamax/Pertamax Plus, dan sejak ada Shell di surabaya, saya selalu mengisikan Shell Super/Shell Super Extra. Anehnya, tahun lalu (tahun 2009, mobil berumur 2 tahun), mobil ngelitik ketika berakselerasi. Setelah dikeluhkan ke bengkel resmi, disarankan untuk melakukan carbon clean, dan setelah itu mobil kembali sehat. Sekarang (belum sampai setahun), masalah ngelitik itu kembali lagi. Padahal sekali lagi, belum pernah setetes premium pun saya isikan di tangki bensin. Saya belum sempat complain lagi ke bengkel resmi.

EDIT: Akhirnya masalah ngelitik dapat saya bereskan sendiri dengan italian tune-up (memacu mesin pada full load selama 1-2 menit). Kemungkinan ini disebabkan karena terlalu sering macet / stop-n-go dalam kota dan jarang dibawa ke tol/luar kota sehingga terjadi penumpukan karbon/kerak pada ruang bakar.

Saya cukup sering mengeluh tentang kekurangan-kekurangan mobil ini, tetapi mungkin itu karena saya terlalu mengharap lebih untuk harga yang dibayar. My good friend once told me, "if you keep complaining about those things, you should've bought a Merc S-Klasse instead, you get what you paid for, dude."

0 komentar:

Poskan Komentar