Merk: BMW
Model: M5
Body type : E34 (ECE/GB) Stir kanan
Engine type : S38B36
Transmisi: Manual 5 percepatan
Tahun Pembuatan: 1991
Harga Baru: ?? (Belinya second, ex Kedutaan)
Harga Second: Rp 100-125jt
Spesifikasi Kendaraan:
BMW M Power S38B36 Engine 3535cc, 311BHP@6900RPM/360NM@4750RPM,
Multi-throttle valve intake, PW, PS, ABS, 2 airbag, sport-self-leveling
suspension.
Ulasan:
BMW M-Series 5 (M=Motorsport)E34 S38B36 didesain khusus bagi penggila
pacu adrenalin pada jamannya(diproduksi hanya sekitar 580 unit stir kiri
dan kurang dari 160 unit stir kanan). Untuk memuaskan pemiliknya mesin
M5 ini dikembangkan sebagai penyempurnaan design mesin BMW M1 (M88-6Cyl)
yang kesohor menjadi S38-6Cyl yang menjadi cikal bakal Mesin2 6Cyl
Motorsport berikutnya(M3 E36~E46). BMW Motorsport Division GMBH sengaja
mendisain M5 dengan sensasi Mobil Sport namun mewah bagi pengendaranya.
Suara dan getaran mesin bertenaga besar ini sengaja dibiarkan merasuki
kabin, kopling dengan sensasi balap(quick-engaging); kemudi yang tidak
terlalu ringan namun presisi dan responsive serta hentakan tenaga mesin
diatas 2500 RPM akan memanjakan penggila adrenalin kelas atas yang mau
tampil elegan.
Handling dan steering respons yang presisi dan tanpa kompromi layaknya
mobil balap. Mobil ini memberikan suspensi yang terbilang nyaman seperti
mobil mewah namun akan menyiksa penumpang jika melalui Bump(polisi
tidur) karena ground-clearance yang sangat rendah. Rem piringan besar
dengan Caliper berdiameter besar +ABS merupakan inovasi besar pasa
masanya, memberikan pengereman yang memadai untuk mengimbangi tenaga
mesinnya.
Tenaga yang dimiliki nggak tanggung2, akselerasinya berani diadu dengan
mesin V8 lain berkapasitas s/d 5L, momen puntir yang dahsyat memberikan
sensasi tersendiri bagi pengemudi/penumpang yang terbenam ke-jok saat
berakselerasi, 0~100Km/jam dicapai hanya dalam 6,5detik. Top speed
sesuai limiter aslinya 250km/jam(pernah di-test di-Jagorawi) dengan
uprade ECU kini menjadi 270+KM/jam(belum berani nyoba). Konsumsi BBM
Oktan 91+ relatif bersahabat 1L:9Km untuk luar kota tapi untuk stop-n-go
dalam kota akan anjlok jadi 1:6 atau kalau macet lebih parah lagi.
Interior(jok sampai plafond) dibalut kulit asli dengan satu opsi
warna(hitam) bernuansa gahar namun nyaman. Penerapan Onboard-Computer;
Electric-Seat-adjustment dengan 3 memori setting bagi pengemudi berbeda,
Power-side-mirror/window/ sunroof dan rear A/C port bagi penumpang
belakang memberikan kemewahan diatas semua BMW 5-Series(E34) atau setara
dengan kelas BMW 740~750(E38). Sayangnya bangku belakang M5 ini hanya
dapat diduduki oleh 2 penumpang karena ditengahnya sengaja diisi console
box pada jok dan Cooler-box pada sandarannya.
Dengan karakter sport namun mewah (Sport-Premium) yang menyajikan tenaga
ekstrim dan handling tanpa kompromi menjadikan M5 sebagai mobil dengan
kelas tersendiri yang menjadi benchmark bagi pengila adrenalin
berkantung tebal era 90-an yang sulit ditandingi Mobil Sport-Premium
merek apapun.
Aspek positif:
- Mewah namun Low-Profile(tampak hamper sama dgn seri 5 E34 lain)
- Handling yang akurat
- Tenaga mesin Dahsyat
- Kualitas Premium ala BMW
- Body trim dan panel eksterior mudah didapat( sama dgn E34 lain)
- Memberi sensasi Sport sejati serta sangat eksklusif (di-Indonesia cuma ada belasan unit)
Aspek Negatif:
- Perawatan Mesin dan Suspensi njelimet
- Spareparts tertentu harus inden karena jarang yang order
- Tidak cocok dikemudikan supir
- Tidak didesign untuk stop-n-go traffic(bensin jadi boros)
- Sayang untuk dipakai sebagai mobil harian dalam kota (Cuma jadi mobil koleksi)
Opini Pribadi :
Mobil Luar-biasa ini bukan untuk orang yang sekedar bisa membelinya,
pemahaman teknis dan karakter yang dimiliki mobil ini akan jadi
pendukung yang menyatukan Kendaraan dan Pengendaranya dalam segala
situasi terutama pada kecepatan diatas rata-rata atau saat jarum RPM
menyentuh red-line dan menikmatinya sebagai suatu sensasi yang lain dari
sekedar mengemudikan mobil biasa, semuanya dibalut dalam teknologi yang
presisi dan kemewahan yang juga tanpa kompromi. . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .